Greensteria
Hai, i'm back. Sudah lama ya aku tidak menyapamu. Apa kabar ?, kali ini aku akan menceritakan tentang hal yang aku lalui diakhir tahun ini. ya aku ingin menceritakan sebuah tempat yang indah, terletak di ujung selatan daerah istimewa ini yaitu di Desa Brosot, kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo dimana ada sebuah lapangan yang berisikan manusia - manusia gabut yang selalu membuat aku tertawa dengan gebrakannya yang ada - ada aja, yang namanya yaitu greensteria. Sesuai dengan namanya isi didalamnya pun sama, penuh dengan histeria. jadi apasih greensteria itu, jadi greensteria merupakan sebuah nama salah satu kelompok grow dari Green Leadership Indonesia Batch 4 dari regional 4 DIY, Greensteria membuat program yang bernama maggohome, didalam maggohome berisikan mahluk yang membuat histeria, imut, kecil, dan dulu aku takut untuk melihatnya. beriringnya waktu dan terbiasa rasa takut itu menghilang, mahluk kecil itu berperan sebagai pengurai makanan dimana mahluk tersebut memiliki keistimewaan yang dapat membantu kita untuk mengurangi food waste menjadi pupuk yang dapat bermanfaat untuk mahluk lainnya yaitu tumbuhan.
Maggot atau larva dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens) memiliki berbagai manfaat, baik untuk lingkungan, peternakan, maupun pertanian. Maggot dikenal sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang efisien karena mampu mengurai limbah dalam waktu singkat. Selain itu, maggot kaya akan protein dan lemak, sehingga menjadi sumber pakan alternatif untuk ternak seperti ayam, ikan, dan unggas lainnya. Dengan memanfaatkan maggot, kebutuhan akan pakan konvensional yang berbasis gandum atau jagung dapat dikurangi, membantu menekan biaya produksi peternakan dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri pakan konvensional. Menurut Diener et al. (2009), larva Black Soldier Fly dapat digunakan untuk mengurai limbah organik secara efisien, dengan memperhatikan tingkat pemberian makan yang optimal.
Pemanena sudah kami lakukan dua kali dan kita bagikan ke masyarakat sekitar untuk digunakan sebagai pakan ternaknya, tak habis akal teman kami menginisiasi untuk mengeringkan magotnya untuk mengurangi kadar air dan untuk daya simpan yang lebih lama kami menyangrainya dipenggorengan, namun hasinya tidak maksimal melainkan sedikit gosong, walaupun begitu kami senang melakukannya. hampir setiap weekend kami meluangkan waktu untuk memonitoring magohome, ide - ide lainpun muncul kini kami sedang menanam sayur disana dengan menggunakan media galon bekas sebagai potnya, dan pupuk kasgot sebagai bahan campuran media tanamnya 1:3, 1:2, dan 1:1 sebagai percobaan apakah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanamannya. sayur yang saya tanam yaitu sawi atau Brassica chinensis.
Maggohome saat ini dikelola oleh kami dan karang taruna setempat, aku berharap langkah kecil kami dapat bermanfaat untuk orang lain. tunggu ceritaku selanjutnya yaa... Thank you, sudah membaca sedikit tulisan ini, kritik dan saran yang membangun untuk keberlanjutan penulisan blog ini ya teman - teman sangat saya harapkan.
Sumber :
Diener, S., Zurbrügg, C., & Tockner, K. (2009). Conversion of organic material by black soldier fly larvae: Establishing optimal feeding rates. Waste Management & Research, 27(6), 603–610.






Tulisan dan isi yg kerenn sekali, semoga rajin2 membuat tulisan seperti ini yaa💖
BalasHapus